Minggu, 30 September 2018

MATRIKULASI LAST WEEK DAY 12 - UU CAMP


Hari terakhir sekaligus penutupan matrikulasi batch 6 di bulan september ini memorinya susah dilupakan, karena ada something tak terduga yang sangat berkesan bagi kami semua. Seperti biasa kami dibangunkan untk sholat tahajjud bersama berlanjut sholat subuh dan tilawah bareng, kemudian langsung siap-siap sarapan yang telah disediakan panitia, dengan penuh semangat dan tanpa rasa curiga apapun kami menikmati hangat nya nasi goreng yang sudah mulai sejuk terkontaminasi dinginnya udara dipagi itu. Selesai sarapan kami langsung siap-siap mandi dan packing untuk persiapan pulang, saya sendiri enggan mandi karena air yang sangat dingin menusuk tulang, dipikirnya pulang dari camp pagi, jadi nyampe kos bisa istirahat penuh dan tidur pulas di tronton. Setelah semua siap kami pun bergegas ke lapangan untuk persiapan foto dan pulang tinggal nunggu mobil TNI AD menjemput eakk, maksudnya tronton. Tidak lama kemudian trontonpun datang menjemput kami, panitia menyuruh untuk menaruh semua barang bawaan kita jadi satu dimobil khusus, alasannya supaya kita tidak desak-desakan di mobil. Setelah semuanya naik tronton dan berjalan pulang kami semua masih belum menaruh sedikitpun kecurigaan kami masih havefun dimobil bercanda dan juga sebagian tidur sepanjang perjalanan pulang, begitupun dengan saya yang juga pulas tidur ditronton. Setelah mobil berjalan kearah luar jalan raya tiba-tiba mobil tronton yang kita tumpangi berhenti disebuah halaman masjid, sayapun masih belum menaruh kecurigaan apapun karena saya pikir kita berhenti dulu sebentar untu sholat dzuhur, namun ada yang mencurigakan ketika kita turun dari tronton, tiba-tiba fasil kami teriak-teriak memeriksa saku jaket dan celana mengintruksikan untuk tidak membawa barang-barang apapun tanpa terkecuali, dari situ mulai terbesit dipikiran bahwa kami akan di challenge. Usut punya usut ternyata memang benar kami dapat challenge gais J dan jreng jenggg.. ternyata challenge nya itu adalah, kita harus pulang dari bogor (tempat kita diturunin depan masjid) ke Jakarta tanpa sepeser uangpun, tanpa hp, tanpa apapun, semua aksesoris harus dilepas L satu tim yang awalnya 11 orang dipencar menjadi 3 kelompok jadi ada yang 4 orang dan ada yang 3 orang, kebetulan saya kena yang 3 orang, jadi saya dan 2 teman saya laki-laki yang menjadi patner saya dalam challenge aktu itu. Awalnya tim kami 48 mau kerjasama jadi satu tim namun karena biar kita punya kisah masing-masing jadinya kita mencar. Sampailah kita berjalan kearah kiri dari masjid jalan kaki sekitar 1 kilo meter sampai ditengah jalan kita nyari tumpangan apapun itu yang penting bisa sampai ke stasiun bogor, akhirnya ketemu truk dan kita semua naik truk tersebut bersama kelompok lain juga, namun truk tersebut hanya bisa mengantarkan kami sampai ke daerah pasar yang jaraknya sekitar 2 km dari tempat kami numpang,akhirnya kami memutuskan untuk jalan kaki lagi dan berhenti di mesjid untuk sholat dzuhur, selesai sholat dzuhur saya keluar mesjid dan ketemu dengan kelompok sebelah yang udah nego-nego bapak penjual es di depan mesjid buat jualin dagangannya. Nasib baik menghampiri mereka, ternyata ada bapak-bapak yang simpati dan ngasi uang ke mereka Rp 50.000 untuk ongkos pulang katanya. Melihat hal itu ingin rasanya join ikut mereka pulang tapi hati berkata lain “ingat, kamu punya tim yang harus berjuang bersama biar bisa pulang bareng, jangan egois” seketika sayapun terdasar dan melupakan kejadian barusan. Saya dan 2 orang teman sayapun melanjutkan perjalanan kearah stasiun tapi kita salah arah, jalannya kejauhan sehingga harus balik lagi kearah stasiun. Setelah jalan baberapa meter kita kembali mencari tumpangan supaya bisa sampai kestasiun karena masih belum ada uang untuk naik angkot, mau jualan pun kita jaraknya masih kejauhan dari stasiun bogor takutnya kelamaan dijalan, akhirnya kita memutuskan untuk nyari tumpangan sampai kea rah stasiun, dan barulah kalo uda deket-deket stasiun niat kita mau jualan. Tidak lama kemudian ada truk yang ngasi kita tumpangan lagi, lumayan meskipun ga sampe stasiun tapi setidaknya membantu kami untk lebih dekat ke stasiun. 


Turun dari truk kedua kami pun kembali menyusuri jalanan dengan panas terik matahari yang begitu terik sambil menoleh kebelakan barangkali ada truk-truk lain yang mau memberikan tumpangan dan Alhamdulillah ternyata ada mobil pick up yang mau ngasi kami tumpangan, berhubung teman ditim saya ada yang sakit akhirnya dia duduk didepan bersama teman saya yang satunya, entah apa yang mereka bicarakan selama perjalanan saya dan teman-teman yang lain hanya bisa berfikir untuk atur strategi bagaimana caranya supaya bisa beli tiket kereta untuk pulang ke Jakarta. Sampailah kami disuatu tempat yang entah dimana itu akhirnya kami turun, dan maha baik Allah yang senantiasa membantu hambanya yang sedang dalam kesulitan, ternyata bapak supir pick up tadi member kami uang sebesar Rp 50.000 ya Allah senengnya kami, jadi punya modal untuk jualan hehee. Perjalanan ke stasiun bogor masih sangat jauh dari tempat kami turun tadi, akhirnya kami memutuskan untuk cari tumpangan lagi setelah berjalan beberapa meter akhirnya ada truk yang memberikan kami tumpangan, ini merupakan truk terakhir yang kami naiki sebelum sampai ke stasiun bogor, barulah kami turun disuatu jalan yang jaraknya sudah mulai lumayan dekat dengan stasiun bogor, akhirnya kami memutuskan untuk jualan dengan modal uang tadi kami membeli 10 aqua gelas seharga Rp 5.000 dan akhirnya kami jual dengan harga seikhlasnya yang penting dapat uang untuk beli tiket kereta. Alhamdulillah 10 gelas air mineral pertama kami laku terjual dan akhirnya kami beli lagi Rp 7.000 (14 pcs) dan dapet bonus 2 gelas lagi yang akhirnya kami berpencar untuk menjualnya, Alhamdulillah sekitar jam 2 kurang jualan kami habis, dan profitnya lumayan lebih dari cukup untuk beli tiket kereta, akhirnya kami langsung ke stasiun beli tiket kereta untuk pulang. 


Turun dari kereta di stasiun Ps. Minggu kami ketemu kelompok lain yang ngajak join buat nyater kopaja dari stasiun ke kampus dengan uang sisa kembalian dari tiket kereta akhirnya kami sampai dikos sektar jam 15.30 dalam keadaan selamat, sehat wal’afiat dan pastinya hati senang karena berhasil ngejalanin challenge walaupun datang nya tidak tepat waktu. Tapi bagi saya pribadi moment ini sangat berkesan dan tidak akan terlupakan..
Terimakasih Kampus Umar Usman, fasil-fasil, tim manajemen dan teman-teman semua yang sudah mau berproses bersama, kalian semua luar biasa.. I love you gais J sampai ketemu di challenge berikutnya !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar