Hari terakhir sekaligus
penutupan matrikulasi batch 6 di bulan september ini memorinya susah dilupakan,
karena ada something tak terduga yang sangat berkesan bagi kami semua. Seperti
biasa kami dibangunkan untk sholat tahajjud bersama berlanjut sholat subuh dan
tilawah bareng, kemudian langsung siap-siap sarapan yang telah disediakan
panitia, dengan penuh semangat dan tanpa rasa curiga apapun kami menikmati
hangat nya nasi goreng yang sudah mulai sejuk terkontaminasi dinginnya udara
dipagi itu. Selesai sarapan kami langsung siap-siap mandi dan packing untuk
persiapan pulang, saya sendiri enggan mandi karena air yang sangat dingin
menusuk tulang, dipikirnya pulang dari camp pagi, jadi nyampe kos bisa
istirahat penuh dan tidur pulas di tronton. Setelah semua siap kami pun
bergegas ke lapangan untuk persiapan foto dan pulang tinggal nunggu mobil TNI
AD menjemput eakk, maksudnya tronton. Tidak lama kemudian trontonpun datang
menjemput kami, panitia menyuruh untuk menaruh semua barang bawaan kita jadi
satu dimobil khusus, alasannya supaya kita tidak desak-desakan di mobil.
Setelah semuanya naik tronton dan berjalan pulang kami semua masih belum
menaruh sedikitpun kecurigaan kami masih havefun dimobil bercanda dan juga
sebagian tidur sepanjang perjalanan pulang, begitupun dengan saya yang juga
pulas tidur ditronton. Setelah mobil berjalan kearah luar jalan raya tiba-tiba
mobil tronton yang kita tumpangi berhenti disebuah halaman masjid, sayapun
masih belum menaruh kecurigaan apapun karena saya pikir kita berhenti dulu
sebentar untu sholat dzuhur, namun ada yang mencurigakan ketika kita turun dari
tronton, tiba-tiba fasil kami teriak-teriak memeriksa saku jaket dan celana
mengintruksikan untuk tidak membawa barang-barang apapun tanpa terkecuali, dari
situ mulai terbesit dipikiran bahwa kami akan di challenge. Usut punya usut
ternyata memang benar kami dapat challenge gais J dan jreng
jenggg.. ternyata challenge nya itu adalah, kita harus pulang dari bogor
(tempat kita diturunin depan masjid) ke Jakarta tanpa sepeser uangpun, tanpa
hp, tanpa apapun, semua aksesoris harus dilepas L satu tim yang
awalnya 11 orang dipencar menjadi 3 kelompok jadi ada yang 4 orang dan ada yang
3 orang, kebetulan saya kena yang 3 orang, jadi saya dan 2 teman saya laki-laki
yang menjadi patner saya dalam challenge aktu itu. Awalnya tim kami 48 mau
kerjasama jadi satu tim namun karena biar kita punya kisah masing-masing
jadinya kita mencar. Sampailah kita berjalan kearah kiri dari masjid jalan kaki
sekitar 1 kilo meter sampai ditengah jalan kita nyari tumpangan apapun itu yang
penting bisa sampai ke stasiun bogor, akhirnya ketemu truk dan kita semua naik
truk tersebut bersama kelompok lain juga, namun truk tersebut hanya bisa
mengantarkan kami sampai ke daerah pasar yang jaraknya sekitar 2 km dari tempat
kami numpang,akhirnya kami memutuskan untuk jalan kaki lagi dan berhenti di
mesjid untuk sholat dzuhur, selesai sholat dzuhur saya keluar mesjid dan ketemu
dengan kelompok sebelah yang udah nego-nego bapak penjual es di depan mesjid
buat jualin dagangannya. Nasib baik menghampiri mereka, ternyata ada
bapak-bapak yang simpati dan ngasi uang ke mereka Rp 50.000 untuk ongkos pulang
katanya. Melihat hal itu ingin rasanya join ikut mereka pulang tapi hati
berkata lain “ingat, kamu punya tim yang harus berjuang bersama biar bisa
pulang bareng, jangan egois” seketika sayapun terdasar dan melupakan kejadian
barusan. Saya dan 2 orang teman sayapun melanjutkan perjalanan kearah stasiun
tapi kita salah arah, jalannya kejauhan sehingga harus balik lagi kearah
stasiun. Setelah jalan baberapa meter kita kembali mencari tumpangan supaya
bisa sampai kestasiun karena masih belum ada uang untuk naik angkot, mau jualan
pun kita jaraknya masih kejauhan dari stasiun bogor takutnya kelamaan dijalan,
akhirnya kita memutuskan untuk nyari tumpangan sampai kea rah stasiun, dan
barulah kalo uda deket-deket stasiun niat kita mau jualan. Tidak lama kemudian
ada truk yang ngasi kita tumpangan lagi, lumayan meskipun ga sampe stasiun tapi
setidaknya membantu kami untk lebih dekat ke stasiun.
Turun dari truk kedua kami
pun kembali menyusuri jalanan dengan panas terik matahari yang begitu terik
sambil menoleh kebelakan barangkali ada truk-truk lain yang mau memberikan
tumpangan dan Alhamdulillah ternyata ada mobil pick up yang mau ngasi kami
tumpangan, berhubung teman ditim saya ada yang sakit akhirnya dia duduk didepan
bersama teman saya yang satunya, entah apa yang mereka bicarakan selama
perjalanan saya dan teman-teman yang lain hanya bisa berfikir untuk atur
strategi bagaimana caranya supaya bisa beli tiket kereta untuk pulang ke
Jakarta. Sampailah kami disuatu tempat yang entah dimana itu akhirnya kami
turun, dan maha baik Allah yang senantiasa membantu hambanya yang sedang dalam
kesulitan, ternyata bapak supir pick up tadi member kami uang sebesar Rp 50.000
ya Allah senengnya kami, jadi punya modal untuk jualan hehee. Perjalanan ke
stasiun bogor masih sangat jauh dari tempat kami turun tadi, akhirnya kami
memutuskan untuk cari tumpangan lagi setelah berjalan beberapa meter akhirnya
ada truk yang memberikan kami tumpangan, ini merupakan truk terakhir yang kami
naiki sebelum sampai ke stasiun bogor, barulah kami turun disuatu jalan yang
jaraknya sudah mulai lumayan dekat dengan stasiun bogor, akhirnya kami memutuskan
untuk jualan dengan modal uang tadi kami membeli 10 aqua gelas seharga Rp 5.000
dan akhirnya kami jual dengan harga seikhlasnya yang penting dapat uang untuk
beli tiket kereta. Alhamdulillah 10 gelas air mineral pertama kami laku terjual
dan akhirnya kami beli lagi Rp 7.000 (14 pcs) dan dapet bonus 2 gelas lagi yang
akhirnya kami berpencar untuk menjualnya, Alhamdulillah sekitar jam 2 kurang
jualan kami habis, dan profitnya lumayan lebih dari cukup untuk beli tiket
kereta, akhirnya kami langsung ke stasiun beli tiket kereta untuk pulang.
Turun
dari kereta di stasiun Ps. Minggu kami ketemu kelompok lain yang ngajak join
buat nyater kopaja dari stasiun ke kampus dengan uang sisa kembalian dari tiket
kereta akhirnya kami sampai dikos sektar jam 15.30 dalam keadaan selamat, sehat
wal’afiat dan pastinya hati senang karena berhasil ngejalanin challenge
walaupun datang nya tidak tepat waktu. Tapi bagi saya pribadi moment ini sangat
berkesan dan tidak akan terlupakan..
Terimakasih Kampus Umar
Usman, fasil-fasil, tim manajemen dan teman-teman semua yang sudah mau
berproses bersama, kalian semua luar biasa.. I love you gais J
sampai ketemu di challenge berikutnya !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar